Pages

Sabtu, 31 Agustus 2013

Review Novel 'Winter in Tokyo'

Review Novel

Judul               : Winter in Tokyo
Penulis            : Ilana Tan
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Hal.     : 320 Halaman, 20 cm
Tahun Terbit  : 2008
-          Cetakan keenam belas : Desember 2011
-          Cetakan ketujuh belas : Januari 2012
-          Cetakan kedelapan belas : Maret 2012
-          Cetakan kesembilan belas : Mei 2012
Genre              : Fiksi, Novel
Winter in Tokyo
            Winter in Tokyo menceritakan tentang kisah cinta antara Ishida Keiko dan Nishimaru Kazuto. Keiko bekerja di salah satu perpustakaan, ia sangat menyukai tempat yang sepi dan tenang. Begitu alasannya kenapa ia suka perpustaakaan, terlebih ia suka dengan membaca.
Keiko, begitulah panggilan akrabnya oleh teman-teman yang seapartemen dengannya. Memasuki bulan Desember apartemen dihadapannya telah diisi pendatang terbaru. Ia seorang laki-laki yang bernama Nishimaru Kazuto. Seluruh penghuni apartemen membicarakan Kazuto yang tidak keluar seharian. Disitulah Keiko curiga, prihatin yang pikirannya suka menerawang jauh. Keiko berusaha mengintip penghuni baru itu. Saat ia berusaha mengintip sosok lelaki itu keluar dan membuat Keiko kaget. Kedekatannya dimulai dari pertemuanya itu.
Keiko dan Kazuto mulai akrab mereka sering keluar bersama. Kazuto yang pindah dari New York seorang fotografer. Ia berusaha melupakan mantan pacarnya yang akan menikah. Yuri. Mereka semakin akrab hingga Keiko suka bermain ke apartemen Kazuto sekedar meminta bantuan atau memasak. Perasaan yang aneh yang mendebarkan hatinya membuat keiko menjadi bingung, ia tidak bisa melupakan cinta pertamanya waktu ia kehilangan kalung dan Akira yang dikatakan Naomi itu laki-laki yang membuat Keiko membantu menemukan kalungnya. Ia menyukai anak smp yang memakai penutup kepala waktu masih sekolah dasar. Sejak itu lah gejolak di hatinya mulai membara.
Saat Keiko mengunjungi ibunya, Kazuto menyatakan perasaanya saa Keiko hendak memasuki gerbong kereta. Kazuto berjanji akan menelpon setelah Keiko tiba di rumah ibunya, dan Kazuto berjanji akan menjemputnya jika pulang nanti. Namun takdir berkehendak lain, Kazuto di hajar oleh Hirayama Jun dan rekannya. Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan ternyata setelah sadar Kazuto mengalami hilang ingatan selama 1 bulan ke belakang. Ia lupa dengan Keiko dan yang ia ingat mantan pacarnya, Yuri. Terlebih Akira yang selalu disebut dokter cinta oleh Keiko. Dua minggu kedatangannya, Keiko kembali ke apartemen ia tak jua menemukan kabar dan pertemuan kembali dengan Kazuto saat mendapat ajakan Akira ke reuni SMP. Disana ia temukan wajah yang sangat ia rindu dan juga cemaskan. Namun Keiko menjadi bingung saat Kazuto tidak mengenalinya.
“Kau…” Keiko mulai membuka mulut, lalu menahan lidahnya karena ia sadar suaranya terlalu keras. [hal. 178]
“Kemana saja kau selama ini?” [hal.178]
“Kau mengenalku?” tanya Kazuto sekali lagi. Nada suaranya mendesak dan penuh harap. [hal.179]
Akira segera memberitahu Keiko bahwa Kazuto mengalami hilang ingatan sementara dan lupa kegiatan yang pernah Kazuto lakukan selama 1 bulan berada di Jepang. Namun hati dan bicara Kazuto yang sering ia sendiri tidak mengerti tentang hal-hal yang selalu diucapkan pada Keiko membuat Kazuto ingin sadar kembali dari ingatannya. Sehingga ia memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Yuri mantan pacarnya ternyata tidak menjadi menikah dan ia mencoba meminta kesempatan pada Kazuto. Namun perasaan hatinya yang selalu di bayangi akan Keiko yang membuat nya tidak mengerti dan merasa Keiko orang special baginya. Ia menolak Yuri.
Kazuto dan Keiko mulai akrab kembali, meskipun Kazuto lupa dengan kegiatan yang selalu dilakukan bersama Keiko. Namun Keiko tidak menyerah untuk membantu mengembalikan kesadaran ingatan Kazuto tentang hari-harinya bersamanya. Tentang ungkapan perasaan waktu di ambang kereta.
“Kau bisa melupakan Kitano Akira?”
Alis Keiko terangkat tinggi. “Apa?” [hal.137]
“Kau bisa melupakannya,”
“dan mulai benar-benar… benar-benar melihatku?” [hal.138]
Seperti itu sebelum Kazuto hilang ingatan.
            Malam itu waktu hujan deras, Kazuto yang tengah menunggu di halte kemudian meminta Keiko menjemputnya dengan payung. Sosok Hirayama Jun kembali datang dan menyerangnya, karena Akira mengetahui bahwa Hirayama yang menyerang Kazuto. Disanalah terjadi penyerangan, hingga Kazuto tersungkur dan di bawah ke rumah sakit. Begitu juga dengan Keiko yang juga berusaha melindungi Kazuto yang ikut tersungkur dan juga dilarikan ke rumah sakit.
            Kazuto sadar, dan akhirnya ia benar-benar mengingat Keiko. Namun cinta pertama terhdap Akira yang menemukan liontin kalung itu, membuat hati Akira bingung. Saat itu juga Kazuto menceritakan bahwa yang membantu mencarikan liontin itu adalah Nishimaru Kazuto yang memakai Topi biru.
            “Bagaimana kalau kukatakan padamu anak laki-laki itu bukan Akira?”            
            Mata Keiko terbelalak. “Bagaimana mungkin? Naomi yang bilang padaku nama anak itu Kitano Akira. Naomi kenal banyak orang dan diaa tidak mungkin salah.”
            “Tapi Akira tidak mengingatmu, bukan? Tidak ingat pernah bertemu denganmu, atau membantumu mencari kalung, atau semacamnya?” [hal.307]
            “Lagi pula, bagaiman kau bisa begitu yakin anak itu bukan Sensei?”
             “Karena akulah anak itu.”
            Temans, sekian. Review nya, barang kali ada yang mau menambahkan silakan. Dan, maaf ya jika ada salah dalam penulisan ejaan dan sebagainya. Cerita ini sangat seru dan layak di baca. Huum yang belum baca, segera seret dompet. Keren buat penulisnya, good luck!
           


           




2 komentar:

Reezumiku mengatakan...

Aku baca ini juga teh.... sama yang Spring... Sumpah bikin tertohokk.

Unknown mengatakan...

Udah lama banget aku baca buku ini. Banget!!!

Posting Komentar