Review Novel
Judul : Winter in Tokyo
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Hal. : 320 Halaman, 20 cm
Tahun Terbit : 2008
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Hal. : 320 Halaman, 20 cm
Tahun Terbit : 2008
-
Cetakan keenam belas :
Desember 2011
-
Cetakan ketujuh belas :
Januari 2012
-
Cetakan kedelapan belas :
Maret 2012
-
Cetakan kesembilan belas :
Mei 2012
Genre : Fiksi, Novel
Winter in Tokyo
Winter in
Tokyo menceritakan tentang kisah cinta antara Ishida Keiko dan Nishimaru Kazuto.
Keiko bekerja di salah satu perpustakaan, ia sangat menyukai tempat yang sepi
dan tenang. Begitu alasannya kenapa ia suka perpustaakaan, terlebih ia suka
dengan membaca.
Keiko, begitulah panggilan akrabnya oleh teman-teman yang
seapartemen dengannya. Memasuki bulan Desember apartemen dihadapannya telah
diisi pendatang terbaru. Ia seorang laki-laki yang bernama Nishimaru Kazuto.
Seluruh penghuni apartemen membicarakan Kazuto yang tidak keluar seharian. Disitulah
Keiko curiga, prihatin yang pikirannya suka menerawang jauh. Keiko berusaha
mengintip penghuni baru itu. Saat ia berusaha mengintip sosok lelaki itu keluar
dan membuat Keiko kaget. Kedekatannya dimulai dari pertemuanya itu.
Keiko dan Kazuto mulai akrab mereka sering keluar bersama.
Kazuto yang pindah dari New York seorang fotografer. Ia berusaha melupakan
mantan pacarnya yang akan menikah. Yuri. Mereka semakin akrab hingga Keiko suka
bermain ke apartemen Kazuto sekedar meminta bantuan atau memasak. Perasaan yang
aneh yang mendebarkan hatinya membuat keiko menjadi bingung, ia tidak bisa
melupakan cinta pertamanya waktu ia kehilangan kalung dan Akira yang dikatakan Naomi
itu laki-laki yang membuat Keiko membantu menemukan kalungnya. Ia menyukai anak
smp yang memakai penutup kepala waktu masih sekolah dasar. Sejak itu lah
gejolak di hatinya mulai membara.
Saat Keiko mengunjungi ibunya, Kazuto menyatakan perasaanya
saa Keiko hendak memasuki gerbong kereta. Kazuto berjanji akan menelpon setelah
Keiko tiba di rumah ibunya, dan Kazuto berjanji akan menjemputnya jika pulang
nanti. Namun takdir berkehendak lain, Kazuto di hajar oleh Hirayama Jun dan
rekannya. Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan ternyata setelah sadar Kazuto
mengalami hilang ingatan selama 1 bulan ke belakang. Ia lupa dengan Keiko dan
yang ia ingat mantan pacarnya, Yuri. Terlebih Akira yang selalu disebut dokter
cinta oleh Keiko. Dua minggu kedatangannya, Keiko kembali ke apartemen ia tak
jua menemukan kabar dan pertemuan kembali dengan Kazuto saat mendapat ajakan
Akira ke reuni SMP. Disana ia temukan wajah yang sangat ia rindu dan juga
cemaskan. Namun Keiko menjadi bingung saat Kazuto tidak mengenalinya.
“Kau…” Keiko mulai membuka mulut, lalu menahan lidahnya
karena ia sadar suaranya terlalu keras. [hal. 178]
“Kemana saja kau selama ini?” [hal.178]
“Kau mengenalku?” tanya Kazuto sekali lagi. Nada suaranya
mendesak dan penuh harap. [hal.179]
Akira segera memberitahu Keiko bahwa Kazuto mengalami hilang
ingatan sementara dan lupa kegiatan yang pernah Kazuto lakukan selama 1 bulan
berada di Jepang. Namun hati dan bicara Kazuto yang sering ia sendiri tidak
mengerti tentang hal-hal yang selalu diucapkan pada Keiko membuat Kazuto ingin
sadar kembali dari ingatannya. Sehingga ia memutuskan untuk kembali ke
apartemennya. Yuri mantan pacarnya ternyata tidak menjadi menikah dan ia
mencoba meminta kesempatan pada Kazuto. Namun perasaan hatinya yang selalu di
bayangi akan Keiko yang membuat nya tidak mengerti dan merasa Keiko orang special
baginya. Ia menolak Yuri.
Kazuto dan Keiko mulai akrab kembali, meskipun Kazuto lupa
dengan kegiatan yang selalu dilakukan bersama Keiko. Namun Keiko tidak menyerah
untuk membantu mengembalikan kesadaran ingatan Kazuto tentang hari-harinya
bersamanya. Tentang ungkapan perasaan waktu di ambang kereta.
“Kau bisa melupakan Kitano Akira?”
Alis Keiko terangkat tinggi. “Apa?” [hal.137]
“Kau bisa melupakannya,”
“dan mulai benar-benar… benar-benar melihatku?” [hal.138]
Seperti itu sebelum Kazuto hilang ingatan.
Malam itu
waktu hujan deras, Kazuto yang tengah menunggu di halte kemudian meminta Keiko
menjemputnya dengan payung. Sosok Hirayama Jun kembali datang dan menyerangnya,
karena Akira mengetahui bahwa Hirayama yang menyerang Kazuto. Disanalah terjadi
penyerangan, hingga Kazuto tersungkur dan di bawah ke rumah sakit. Begitu juga
dengan Keiko yang juga berusaha melindungi Kazuto yang ikut tersungkur dan juga
dilarikan ke rumah sakit.
Kazuto
sadar, dan akhirnya ia benar-benar mengingat Keiko. Namun cinta pertama terhdap
Akira yang menemukan liontin kalung itu, membuat hati Akira bingung. Saat itu
juga Kazuto menceritakan bahwa yang membantu mencarikan liontin itu adalah
Nishimaru Kazuto yang memakai Topi biru.
“Bagaimana
kalau kukatakan padamu anak laki-laki itu bukan Akira?”
Mata Keiko
terbelalak. “Bagaimana mungkin? Naomi yang bilang padaku nama anak itu Kitano
Akira. Naomi kenal banyak orang dan diaa tidak mungkin salah.”
“Tapi Akira
tidak mengingatmu, bukan? Tidak ingat pernah bertemu denganmu, atau membantumu
mencari kalung, atau semacamnya?” [hal.307]
“Lagi pula,
bagaiman kau bisa begitu yakin anak itu bukan Sensei?”
“Karena akulah anak itu.”
Temans,
sekian. Review nya, barang kali ada yang mau menambahkan silakan. Dan, maaf ya
jika ada salah dalam penulisan ejaan dan sebagainya. Cerita ini sangat seru dan
layak di baca. Huum yang belum baca, segera seret dompet. Keren buat
penulisnya, good luck!



2 komentar:
Aku baca ini juga teh.... sama yang Spring... Sumpah bikin tertohokk.
Udah lama banget aku baca buku ini. Banget!!!
Posting Komentar