Pages

Selasa, 01 Oktober 2013

Apa Ini, ya?

            Salam, Oktober masih segar dengan kuncup hijau nya, ya? Jumat, 27 September lalu aku pergi ke Yogyakarta mengikuti Pelatihan Menulis di Penerbit DIVAPress. Baru pulang Senin sore sekitar 17.30 an tiba di rumah. Hari ini harus nguli kembali agar bisa makan, dan nabung lagi. Sebenarnya aku masih ‘balideg’ kata Bu Majikan, memang mataku terasa berat dan kepalaku sedikit sakit. Belum stabil seperti biasanya.

            Waktu tiba di Jogja aku masih seperti mimpi, hingga aku meyakinkan kalau Jumat pagi sekitar 05.20 an aku berangkat naik angkutan umum menuju terminal Ciamis untuk berangkat ke Jogja. Pas tiba di Terminal Giwangan, deg jantung pertama berdegup saat kakiku menginjak di Terminal Giwangan, Jogja. Ya ampun itu pertama kalinya aku ke Jogja. Sebenarnya waktu sma dan smp ada karyawisata ke Jogja, tapi aku nggak pernah ngikut karena ongkosnya mahal, lebih tepatnya nggak punya duit. Tapi Al-hamdulillah banget di tahun 2013 ini aku bisa mereguk aroma Jogja dengan uang tabungan dari hasil nguli setelah lulus sekolah.
            Oh, iya. Sebenarnya cerita setelah lulus sekolah sangat panjang. Dulu aku melamar kerja ke perusahaan di Bandung sebagai Staff Administrasi, aku dapat panggilan. Tapi aku nggak berangkat kesana, soalnya bapak ku sakit. Butuh kerja keras sekali saat aku akan mengirimkan lamaran ke Bandung. Ijazahku masih di sekolah aku masih punya tunggakan. Aku nyaris bergidig kalau mengingat masa lalu saat aku masu minjem Ijazah ke sekolah untuk di foto kopi lalu dikembalikan lagi. Aku sudah minta ke TU, katanya aku harus menghadap dulu ke Pak A, aku cari-cari Pak A dan ketemu. Tetap saja aku nggak berhasil, di suruh menghadap Kepala Sekolah. Tapi hari itu nggak ada Kepala Sekolah nya jadi aku putusin balik lagi ke rumah. Rumah ku jauh, aku harus ngirit ongkos naik angkutan, ya aku jalan kaki menuju rumahku. Sudah hujan dan disana tahu-tahu pipiku sembab. Esok harinya aku kembali ke sekolah dan bertemu dengan Kepala Sekolah, kalian tahu aku belum bisa minjem Ijazah untuk di foto kopi dan aku disuruh menghadap kepada Ketua Yayasan. Tahu, tidak hari itu ketua Yayasan tidak ada di sekolah dan aku harus menunggu lagi. Hingga akhirnya aku di pinjemin buat fotokopi.

            Aku kerja di rentalan kecil dan ada 4 komputer  yang bisa digunakan sebagai internet. Sebenarnya aku tidak ingin menyebutkan hal itu, tempat kerja yang disalahgunakan diterjemahkan tidak baik bagi sebagian orang kampung disini. Terkadang sebelum buka aku suka menangis, dan mereguk semangat kembali. Mungkin kalian akan bertanya aku masih kerja disana? Ya, saat aku punya tekad ingin menjadi penulis. Tapi itu hal yang mustahil saat aku tidak punya sarana, minimal komputer pentimum 2, atau aku punya buku novel yang bisa aku baca. Boro-boro aku beli novel toh kalau punya uang buat bayar buku adik ku, atau bikin tugas cetak dokumen, dll. Mungkin dengan menulis aku bisa menghasilkan karya, bukan mungkin tapi pasti, dan aku akan medapatkan uang banyak buat bayar tunggakan dan Ijazah yang terendap di sekolah bertahun-tahun.
 Sudah dulu, ya. Kepala ku benar-benar sakit. Lain kali aku lanjutkan ceritanya. :)

0 komentar:

Posting Komentar